Klik Terbuka | IPB University bersama Komisi Informasi Pusat dan Bank BNI menyelenggarakan program Edutalk “Beyond The Classroom” di Kampus IPB Dramaga, Rabu (6/5). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong literasi informasi sekaligus memperkuat nilai transparansi publik di kalangan generasi muda.
Mengusung semangat keterbukaan informasi di tengah derasnya arus digital, workshop ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah hingga lembaga independen.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Dr Purbaya Yudhi Sadewa, dalam sambutannya yang disampaikan melalui tapping video, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya menyambut baik kegiatan edukasi keterbukaan informasi ini sebagai momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai transparansi dan keterbukaan informasi publik, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui pemahaman yang baik, diharapkan lahir generasi yang kritis, partisipatif, dan berintegritas dalam mengawal informasi publik,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di tengah disrupsi global. Mengacu pada laporan World Economic Forum, ia menyebutkan bahwa sekitar 22 persen pekerjaan diproyeksikan akan terdampak disrupsi hingga tahun 2030, sementara 170 juta jenis pekerjaan baru diperkirakan akan muncul.
“Permasalahannya bukan lagi soal akses informasi, melainkan kemampuan untuk mengolah dan memanfaatkannya. Kita telah memasuki era demokratisasi pengetahuan, siapa pun dapat belajar dari mana saja, termasuk melalui berbagai platform global,” jelasnya.
Ia menambahkan, IPB University terus mendorong pendekatan interdisipliner dalam pendidikan. Salah satunya melalui program studi Bioinformatika yang mengintegrasikan ilmu biologi dan komputasi, serta pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, sensor, dan drone dalam sektor pertanian.
“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya IPK (indeks prestasi kumulatif) tinggi, tetapi juga kemampuan adaptasi, kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan. Mahasiswa harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, bukan sekadar penghafal materi,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi Komisi Informasi Pusat, Samrotunnajah Ismail, SE, MSi, menyoroti tantangan literasi informasi di era digital. Ia menegaskan bahwa derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan verifikasi yang baik agar masyarakat tidak mudah terpapar informasi yang keliru.
“Generasi muda saat ini tidak hanya sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai produsen. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan literasi informasi agar dapat membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan,” ungkapnya.
Dalam sesi talkshow yang dipandu Direktur Pengembangan Karier, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni, Puji Mudiana, SP, MA, diulas strategi mengasah potensi di luar akademik di era keterbukaan informasi publik.
Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi menegaskan bahwa ukuran keberhasilan tidak lagi semata akademik. “Kompetisi ke depan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berpikir mandiri. Integritas dan keseimbangan antara idealisme dan pragmatisme menjadi kunci,” ujarnya singkat.
Dari sektor industri, Deputy Director Stakeholder Engagement & Sustainability APRIL Group, Dian Novarina, menyoroti pentingnya membangun karier yang berkelanjutan di tengah perubahan. “Keberhasilan tidak hanya ditentukan hard skills, tetapi juga karakter, adaptabilitas, dan integritas. Leadership is earned through action,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager Divisi CX Center Bank BNI, Rahmat Pertinda, mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi di era digital. “Jangan pernah membagikan OTP, PIN, atau data kartu kepada siapa pun. Kewaspadaan dan disiplin menjaga data adalah kunci mencegah kejahatan digital,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap generasi muda dapat bertransformasi menjadi agen perubahan yang aktif dalam mendorong transparansi, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem informasi yang terbuka, kredibel, dan berdampak. (rp)

