Klik Terbuka | Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mulai mempersiapkan langkah strategis menghadapi pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026. Persiapan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama yang berlangsung di Gedung Rektorat UIN Walisongo, Jumat (3/7).
Rapat koordinasi menjadi forum untuk menyusun langkah teknis sekaligus memperkuat koordinasi antarsatuan kerja guna mempertahankan predikat Informatif yang berhasil diraih UIN Walisongo selama lima tahun berturut-turut sejak 2021.
Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Kerja Sama UIN Walisongo, Muhammad Sirojuddin Munir, menjelaskan bahwa sejumlah penyesuaian dilakukan dalam menghadapi penilaian tahun ini. Salah satunya melalui penyempurnaan struktur organisasi PPID dengan menambah unit yang secara khusus menangani pengelolaan website sebagai bagian dari penguatan layanan informasi berbasis digital.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan program pendampingan intensif untuk menyelesaikan pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ). Pendampingan tersebut akan melibatkan narasumber yang berpengalaman guna memastikan seluruh instrumen penilaian dapat dipenuhi secara optimal.
Menurutnya, pelaksanaan Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026 akan berlangsung dalam dua tahapan utama, yakni proses monitoring pada Mei hingga September, kemudian dilanjutkan evaluasi pada Oktober sampai November.
Ia juga mengingatkan bahwa komponen presentasi dan kehadiran pimpinan memiliki bobot penilaian yang cukup besar sehingga seluruh tahapan harus dipersiapkan sejak awal.
Wakil Rektor II UIN Walisongo sekaligus Ketua PPID Utama, Prof. Dr. H. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag., meminta seluruh perangkat pendukung segera menindaklanjuti hasil rapat agar persiapan tidak tertunda.
Menurutnya, pembaruan struktur kepengurusan PPID harus segera diproses melalui unit yang berwenang sehingga dapat segera ditetapkan. Ia juga meminta jadwal presentasi Monev dari Komisi Informasi Pusat segera dipastikan agar pimpinan universitas dapat hadir secara langsung pada tahap penilaian.
“Seluruh tahapan harus dipersiapkan sejak awal. Dengan perencanaan yang matang, setiap kebutuhan dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga pelaksanaannya berjalan efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Dr. H. M. Fatah, S.Ag., M.Ed., menilai penyusunan linimasa kegiatan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran persiapan. Melalui perencanaan yang terstruktur, kebutuhan anggaran, sarana pendukung, maupun pembagian tugas dapat diidentifikasi lebih awal.
Ia menegaskan bahwa mempertahankan predikat Informatif membutuhkan komitmen yang lebih besar dibandingkan meraihnya untuk pertama kali. Karena itu, seluruh unit kerja di lingkungan universitas diharapkan dapat membangun sinergi agar kualitas layanan informasi publik terus meningkat.
Melalui koordinasi yang dilakukan sejak dini, UIN Walisongo optimistis dapat mempertahankan capaian sebagai badan publik yang informatif sekaligus terus memperkuat tata kelola informasi yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan layanan digital. (rp)

