KI NTT Pelajari Praktik E-Monev dan Penyelesaian Sengketa Informasi di KI DKI Jakarta

Klik Terbuka | Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta menerima kunjungan kerja Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pertukaran pengalaman mengenai penyelesaian sengketa informasi publik, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi, serta penyelenggaraan Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik.

Kunjungan yang berlangsung di kantor KI DKI Jakarta pada Kamis (16/7/2026) tersebut dipimpin Ketua KI NTT, Drs. Germanus Attawuwur, bersama jajaran komisioner dan sekretariat. Rombongan diterima langsung oleh Ketua KI DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat, beserta para komisioner.

Dalam sambutannya, Harry menyampaikan bahwa kunjungan antarlembaga seperti ini menjadi ruang yang penting untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperkuat kualitas pelaksanaan keterbukaan informasi publik di daerah.

Menurutnya, setiap provinsi memiliki tantangan yang berbeda dalam mengimplementasikan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, sehingga proses berbagi praktik baik menjadi langkah yang bermanfaat bagi penguatan kelembagaan.

“Kami menyambut baik kunjungan KI NTT karena menjadi kesempatan untuk saling belajar. Setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri, sehingga pengalaman yang dimiliki masing-masing dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik,” ujar Harry.

Pada kesempatan tersebut, Harry memaparkan perkembangan pelaksanaan E-Monev Keterbukaan Informasi Publik di DKI Jakarta yang menunjukkan tren peningkatan partisipasi badan publik dari tahun ke tahun. Untuk pelaksanaan tahun 2026, KI DKI Jakarta menargetkan sekitar 1.001 badan publik mengikuti proses evaluasi.

Ia menjelaskan bahwa target tersebut disusun berdasarkan pemetaan dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap agar semakin banyak badan publik mampu memenuhi standar keterbukaan informasi.

Meski demikian, Harry mengakui masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan. Dari 829 badan publik yang mengikuti E-Monev tahun 2025, sebanyak 290 badan publik masih memperoleh predikat Tidak Informatif.

Karena itu, KI DKI Jakarta terus melakukan pembinaan melalui program Coaching Clinic sebagai sarana konsultasi dan pendampingan bagi badan publik untuk memperbaiki tata kelola informasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua KI NTT, Drs. Germanus Attawuwur, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan KI NTT, khususnya dalam penyelesaian sengketa informasi publik, pelaksanaan edukasi dan sosialisasi, serta penyelenggaraan E-Monev.

Ia menilai pengalaman KI DKI Jakarta dapat menjadi referensi berharga dalam pengembangan kinerja KI NTT yang telah menjalankan tugasnya selama hampir tujuh tahun.

“Tujuan kunjungan ini adalah memperoleh gambaran secara langsung mengenai praktik-praktik yang telah dikembangkan KI DKI Jakarta, terutama dalam penyelesaian sengketa informasi, pelaksanaan E-Monev, serta pengelolaan kelembagaan. Pengalaman tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi kami untuk memperkuat kinerja KI NTT,” ujar Germanus.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis, mulai dari mekanisme persidangan sengketa informasi, strategi peningkatan partisipasi badan publik dalam E-Monev, penguatan program sosialisasi dan edukasi keterbukaan informasi publik, hingga pengelolaan kelembagaan dan sekretariat.

Melalui forum tersebut, kedua lembaga berharap kolaborasi antarkomisi informasi di tingkat provinsi dapat terus diperkuat sehingga implementasi keterbukaan informasi publik di berbagai daerah semakin efektif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Ketua KI NTT Agustinus Lede Bole Baja, Koordinator Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik Riesta R. R. Megasari, Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Yosef Kolo, beserta jajaran sekretariat KI NTT. Sementara dari KI DKI Jakarta, kegiatan dihadiri oleh para komisioner dan sekretariat yang terlibat dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman. (rp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *