Tahap Akhir Seleksi KI NTB Dimulai, DPRD Gelar Fit and Proper Test

KlikTerbuka.id | Proses pemilihan calon komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Nusa Tenggara Barat memasuki fase krusial. Komisi I DPRD NTB mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap para kandidat pada Senin.

Ketua Komisi I DPRD NTB, Moh Akri, menjelaskan bahwa tahapan ini dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama, delapan calon komisioner mengikuti rangkaian penilaian, sementara tujuh kandidat lainnya dijadwalkan menjalani proses serupa pada Selasa (27/1). Seluruh peserta merupakan bagian dari 15 nama yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi wawancara oleh panitia seleksi.

“Pelaksanaan hari ini berlangsung tertib dan lancar. Kualitas peserta juga cukup baik. Besok dilanjutkan dengan tujuh kandidat lainnya,” kata Akri usai pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung tertutup di Gedung DPRD NTB.

Ia mengungkapkan bahwa materi yang digali dalam uji tersebut mencakup pemahaman regulasi, khususnya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, serta kesiapan kandidat dalam menjalankan fungsi kelembagaan Komisi Informasi.

“Kami ingin memastikan proses ini menghasilkan komisioner KI yang memiliki kapasitas dan integritas terbaik,” ujarnya.

Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai indikator penilaian, Akri menegaskan bahwa aspek tersebut bersifat internal dan tidak dapat dipublikasikan ke luar.

“Penilaian itu teknis dan menjadi kewenangan internal. Tidak untuk disampaikan ke publik,” tegasnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi I DPRD NTB, Ali Usman Ahim. Ia menyebut dinamika dalam pelaksanaan uji kelayakan cukup terasa, namun seluruh rangkaian tetap berjalan sesuai tata tertib yang telah ditetapkan.

“Diskusinya hidup, tetapi tetap dalam koridor aturan,” katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya panitia seleksi calon komisioner KI NTB telah menetapkan 15 peserta yang berhak melaju ke tahapan uji kelayakan dan kepatutan di DPRD NTB. Mereka dinyatakan lolos setelah melewati proses seleksi administrasi dan wawancara.

Kelima belas nama tersebut yakni Adnan Muksin, Agus Marta Hariyadi, Armansyah Putra, Asraruddin, Damhuji, Damrah, Dwi Arie Santo, Husna Fatayati, Muhtadi Hairi, Sahnam, Sansuri, Suaeb Qury, Tauhid Rifa’i, Umi Farida, dan Yusron Saudi. (kipe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *