Klik Terbuka | Persiapan pelaksanaan Kick Off Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2026 menjadi fokus pembahasan dalam audiensi antara Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta di Graha Ali Sadikin Lantai 3, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut juga membahas rencana peluncuran website E-Monev KI DKI Jakarta sebagai bagian dari penguatan digitalisasi layanan keterbukaan informasi publik.
Audiensi dihadiri Wakil Ketua KI DKI Jakarta Luqman Hakim Arifin, Ketua Bidang Kelembagaan Aang Muhdi Gozali, Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Agus Wijayanto Nugroho, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi DKI Jakarta Marulina Dewi, Sekretaris Dinas Kominfotik Raides Aryanto, beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, KI DKI Jakarta menyampaikan bahwa jumlah peserta E-Monev KIP Tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 1.001 badan publik, bertambah dari 829 badan publik pada tahun sebelumnya.
Dengan cakupan 22 kategori badan publik, mulai dari kecamatan, kelurahan, puskesmas, sekolah, suku dinas, Badan Pertanahan Nasional (BPN), pengadilan, kepolisian resor (Polres), hingga lembaga filantropi, pelaksanaan E-Monev DKI Jakarta menjadi yang terbesar di Indonesia.
Wakil Ketua KI DKI Jakarta, Luqman Hakim Arifin, mengatakan Kick Off E-Monev diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh badan publik dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi publik.
“Kick Off E-Monev diharapkan menjadi titik awal penguatan komitmen seluruh badan publik terhadap keterbukaan informasi. Kami juga berharap kehadiran Gubernur DKI Jakarta dapat menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus memotivasi seluruh badan publik untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan monitoring dan evaluasi,” ujar Luqman.
Luqman menjelaskan, rangkaian E-Monev akan dimulai dengan pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) oleh seluruh badan publik menggunakan instrumen yang disusun Komisi Informasi Pusat. Setelah itu, proses akan berlanjut ke tahap verifikasi administrasi, visitasi lapangan, hingga penetapan hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.
Selain mempersiapkan E-Monev, KI DKI Jakarta juga mengembangkan website E-Monev secara mandiri sebagai upaya memperkuat digitalisasi layanan dan mempermudah proses monitoring serta evaluasi keterbukaan informasi publik.
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menyampaikan apresiasi atas langkah KI DKI Jakarta yang terus memperluas cakupan pelaksanaan E-Monev setiap tahunnya.
“Sinergi antara Dinas Kominfotik dan Komisi Informasi menjadi faktor penting dalam memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kami berharap peluncuran website E-Monev dapat dilaksanakan bersamaan dengan Kick Off sehingga menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang semakin terbuka, transparan, dan informatif,” kata Marulina.
Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Kominfotik Provinsi DKI Jakarta, Raides Aryanto, menilai penyelenggaraan Kick Off E-Monev dan peluncuran website dalam satu rangkaian kegiatan akan memperkuat publikasi sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung implementasi keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan. (rp)

