Melalui Apel Pagi, USU Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi dan Pelayanan Publik

Klik Terbuka | Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melaksanakan apel pagi di Halaman Rektorat USU pada Senin (25/5/2026). Selain menjadi bagian dari rutinitas kedisiplinan aparatur kampus, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan komitmen terhadap keterbukaan informasi dan kualitas layanan publik di lingkungan universitas.

Prof. Dr. dr. Elmeida Effendy, M.Ked(KJ)., Sp.KJ(K), Direktur Direktorat Humas, Promosi, dan Protokoler USU menilai transformasi digital telah mendorong perubahan ekspektasi masyarakat terhadap keterbukaan informasi di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga perlu membangun sistem komunikasi publik yang cepat, akuntabel, dan mampu menjangkau masyarakat secara efektif.

“Di era digital, kebutuhan masyarakat terhadap informasi semakin tinggi. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi publik yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Prof. Elmeida.

Menurutnya, pengelolaan informasi publik tidak hanya menjadi tanggung jawab unit humas, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur di lingkungan universitas. Setiap unit kerja dinilai memiliki peran dalam mendukung penyebarluasan informasi melalui dokumentasi kegiatan, penyediaan data, maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Berbagai proses kerja, bentuk pelayanan, pelaksanaan program, hingga capaian kinerja institusi pada hakikatnya merupakan bagian dari informasi yang memiliki nilai dan kepentingan bagi masyarakat luas. Karena itu, penyampaiannya harus dilakukan secara terarah, proporsional, dan mudah dipahami agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh serta terhindar dari kesalahpahaman dalam menafsirkan informasi,” katanya.

Ia menilai penguatan layanan informasi publik menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi, terutama di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akses informasi yang cepat.

Karena itu, Prof. Elmeida mendorong seluruh sivitas akademika untuk membangun budaya pelayanan informasi yang profesional dengan memastikan setiap informasi yang disampaikan bersifat valid, terverifikasi, dan mudah diakses.

“Transparansi informasi bukan sekadar membangun citra institusi, tetapi juga bagian dari akuntabilitas perguruan tinggi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi di setiap unit kerja. Menurut dia, setiap unsur di lingkungan kampus perlu memahami informasi yang dikuasainya agar dapat memberikan penjelasan yang tepat kepada publik.

“Penyampaian informasi oleh institusi turut membentuk persepsi publik. Karena itu, informasi yang disampaikan harus mengedepankan akurasi, proporsionalitas, serta tanggung jawab,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Elmeida turut menyampaikan ucapan selamat kepada peserta yang dinyatakan lolos seleksi UTBK-SNBT. Ia mengingatkan mahasiswa baru agar mempersiapkan diri secara akademik maupun mental untuk menjalani proses pendidikan tinggi secara optimal. (rp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *